A.
Pengertian Kalimat Efektif
Beberapa
definisi kalimat efektif menurut beberapa ahli bahasa:
1.
Kalimat efektif adalah kalimat yang bukan hanya
memenuhi syarat-syarat komunikatif, gramatikal, dan sintaksis saja, tetapi juga
harus hidup, segar, mudah dipahami, serta sanggup menimbulkan daya khayal pada
diri pembaca. (Rahayu: 2007)
2. Kalimat
efektif adalah kalimat
yang benar dan jelas sehingga dengan mudah dipahami orang lain secara tepat. (Akhadiah, Arsjad, dan Ridwan: 2001)
3.
Kalimat efektif adalah
kalimat yang memenuhi kriteria jelas, sesuai dengan kaidah, ringkas, dan enak
dibaca. (Arifin: 1989)
4.
Kalimat efektif dipahami
sebagai kalimat yang dapat menyampaikan informasi dan informasi tersebut mudah
dipahami oleh pembaca. (Nasucha,
Rohmadi, dan Wahyudi: 2009)
Dari beberapa
uraian di atas dapat diambil kata kunci dari definisi kalimat efektif yaitu sesuai kaidah bahasa, jelas, dan
mudah dipahami. Jadi, kalimat efektif adalah kalimat yang sesuai dengan kaidah
bahasa, jelas, dan mudah dipahami oleh pendengar atau pembaca.
B. Syarat
dan Ciri – Ciri Kalimat Efektif
a.
Kalimat efektif memiliki syarat-syarat
sebagai berikut:
1. Secara tepat
mewakili pikiran pembicara atau penulisnya.
2. Mengemukakan
pemahaman yang sama tepatnya antara pikiran pendengar atau pembaca dengan yang
dipikirkan pembaca atau penulisnya.
b.
Sebuah kalimat
efektif mempunyai ciri-ciri khas:
1. Kesepadanan
Suatu kalimat efektif harus memenuhi unsur gramatikal yaitu unsur subjek (S),
predikat (P), objek (O), keterangan (K). Di dalam kalimat efektif harus
memiliki keseimbangan dalam pemakaian struktur bahasa.
Contoh:
Budi (S) pergi (P) ke kampus (KT).
Tidak Menjamakkan Subjek
Contoh:
Tomi pergi ke kampus, kemudian Tomi pergi ke perpustakaan
(tidak efektif)
Tomi pergi ke kampus, kemudian ke perpustakaan (efektif)
2. Kecermatan
Dalam Pemilihan dan Penggunaan Kata
Dalam membuat kalimat efektif jangan sampai menjadi kalimat yang ambigu
(menimbulkan tafsiran ganda).
Contoh:
Mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal itu mendapatkan hadiah (ambigu dan
tidak efektif).
Mahasiswa yang kuliah di perguruan tinggi yang terkenal itu mendapatkan hadiah
(efektif).
3. Kehematan
Kehematan dalam kalimat efektif maksudnya adalah hemat dalam mempergunakan
kata, frasa, atau bentuk lain yang dianggap tidak perlu, tetapi tidak menyalahi
kaidah tata bahasa. Hal ini dikarenakan, penggunaan kata yang berlebih akan
mengaburkan maksud kalimat. Untuk itu, ada beberapa kriteria yang perlu
diperhatikan untuk dapat melakukan penghematan, yaitu:
a. Menghilangkan pengulangan subjek.
b. Menghindarkan pemakaian superordinat pada hiponimi kata.
c. Menghindarkan kesinoniman dalam satu kalimat.
d. Tidak menjamakkan kata-kata yang berbentuk jamak.
Contoh:
Karena ia tidak diajak, dia tidak ikut belajar bersama di
rumahku. (tidak efektif)
Karena tidak diajak, dia tidak ikut belajar bersama di rumahku. (efektif)
Dia sudah menunggumu sejak dari
pagi. (tidak efektif)
Dia sudah menunggumu sejak pagi. (efektif)
4. Kelogisan
Kelogisan ialah bahwa ide kalimat itu dapat dengan mudah dipahami dan
penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku. Hubungan unsur-unsur dalam
kalimat harus memiliki hubungan yang logis/masuk akal.
Contoh:
Untuk mempersingkat waktu, kami teruskan acara ini. (tidak
efektif)
Untuk menghemat waktu, kami teruskan acara ini. (efektif)
5. Kesatuan
atau Kepaduan
Kesatuan atau kepaduan di sini maksudnya adalah kepaduan pernyataan dalam
kalimat itu, sehingga informasi yang disampaikannya tidak terpecah-pecah. Ada
beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menciptakan kepaduan kalimat, yaitu:
a. Kalimat yang padu tidak bertele-tele dan tidak mencerminkan cara berpikir
yang tidak simetris.
b. Kalimat yang padu mempergunakan pola aspek + agen + verbal secara tertib
dalam kalimat-kalimat yang berpredikat pasif persona.
c. Kalimat yang padu tidak perlu menyisipkan sebuah kata seperti daripada
atau tentang antara predikat kata kerja dan objek penderita.
Contoh:
Kita harus dapat mengembalikan kepada
kepribadian kita orang-orang kota yang telah terlanjur
meninggalkan rasa kemanusiaan itu. (tidak efektif)
Kita harus mengembalikan kepribadian orang-orang kota yang sudah meninggalkan
rasa kemanusiaan. (efektif)
Makalah ini membahas tentang
teknologi fiber optik. (tidak efektif)
Makalah ini membahas teknologi fiber optik. (efektif)
6. Keparalelan
atau Kesajajaran
Keparalelan atau kesejajaran adalah kesamaan bentuk kata atau imbuhan yang
digunakan dalam kalimat itu. Jika pertama menggunakan verba, bentuk kedua juga
menggunakan verba. Jika kalimat pertama menggunakan kata kerja berimbuhan me-,
maka kalimat berikutnya harus menggunakan kata kerja berimbuhan me- juga.
Contoh:
Kakak menolong anak itu dengan dipapahnya ke pinggir jalan.
(tidak efektif)
Kakak menolong anak itu dengan memapahnya ke pinggir jalan.
(efektif)
Anak itu ditolong kakak dengan dipapahnya ke pinggir jalan. (efektif)
Harga sembako dibekukan atau kenaikan
secara luwes. (tidak efektif)
Harga sembako dibekukan atau dinaikkan secara luwes. (efektif)
7. Ketegasan
Ketegasan atau penekanan ialah suatu perlakuan penonjolan terhadap ide pokok
dari kalimat. Untuk membentuk penekanan dalam suatu kalimat, ada beberapa cara,
yaitu:
a.
Meletakkan kata yang ditonjolkan itu di depan kalimat
(di awal kalimat).
Contoh:
Harapan kami adalah agar soal ini dapat kita bicarakan lagi pada kesempatan
lain.
Pada kesempatan lain, kami berharap kita dapat membicarakan lagi soal ini.
(ketegasan)
Presiden mengharapkan agar rakyat
membangun bangsa dan negara ini dengan kemampuan yang ada pada dirinya.
Harapan presiden ialah agar rakyat membangun bangsa dan negaranya. (ketegasan)
b.
Membuat urutan kata yang bertahap.
Contoh:
Bukan seribu, sejuta, atau seratus, tetapi berjuta-juta rupiah, telah
disumbangkan kepada anak-anak terlantar. (salah)
Bukan seratus, seribu, atau sejuta, tetapi berjuta-juta rupiah, telah
disumbangkan kepada anak-anak terlantar. (benar)
c.
Melakukan pengulangan kata (repetisi).
Contoh:
Cerita itu begitu menarik, cerita itu sangat mengharukan.
d.
Melakukan pertentangan terhadap ide yang ditonjolkan.
Contoh:
Anak itu bodoh, tetapi pintar.
C. Pengertian Paragraf
Paragraf
(Alenia) merupakan
kumpulan suatu kesatuan pikiran yang lebih tinggi dan lebih luas dari pada
kalimat. Alenia merupakan kumpulan
kalimat, tetapi kalimat yang bukan sekedar berkumpul, melainkan berhubungan
antara yang satu dengan yang lain dalam suatu rangkaian yang membentuk suatu
kalimat, dan juga bisa disebut dengan penuangan ide penulis melalui kalimat
atau kumpulan alimat yang satu dengan yang lain yang berkaitan dan hanya
memiliki suatu topic atau tema. Paragraf juga disebut sebagai karangan singkat.
Dalam paragraph terkandung satu unit pikiran yang
didukung oleh semua kalimat dalam kalimat tersebut, mulai dari kalimat
pengenal, kalimat utama atau kalimat topic, dan kalimat penjelas sampai kalimat
penutup. Himpunan kalimat ini saling berkaitan dalam satu rangkaian untuk
membentuk suatu gagasan.
Panjang pendeknya suatu paragraph akan ditentukan
oleh banyak sedikitnya gagasan pokok yang diungkapkan. Bila segi-seginya
banyak, memang layak kalau alenianya sedikit lebih panjang, tetapi seandainya
sedikit tentu cukup dengan beberapa kalimat saja.
D.
Struktur/Jenis-Jenis Paragraf
(Alinea)
a. Deduktif
Struktur paragraph yang
bersifat deduktif ini dimulai oleh kalimat inti, kemudian diikuti uraian,
penjelasan argumentasi, dan sebagainya. Dimulai dengan pernyataan (yang tentunya
brsifat umum), kemudian kalimat-kalimat berikutnya berusaha membuktikan
pernyataan tadi dengan menyebutkan hal-hal khusus, atau detail-detail
seperlunya.
b. Induktif
Struktur paragraph yang
bersifat induktif adalah kebalikan dari pola yang bersifat deduktif. Pola ini
tidak dimulai dengan kalimat inti, dimulai dengan menyebutkan hal-hal khusus
atau uraian yang merupakan anak tangga untuk mengantarkan pembaca kepada
gagasan pokok yang terdapat pada kalimat inti di akhir alenia. Jadi anak-anak
tangga itu disusuk untuk mencapai klimaks.
c.
Deduktif dan Induktif
Pola paragraph yang ketiga ini adalah gabungan
dari dua pola diatas (1, dan 2). Di sini, pada kalimat pertama (sebagai kalimat
inti) gagasan pokok telah dinyatakan; tetapi pada kalimat terakhir, kembali
diulang sekali gagasan pokok tersebut.
d. Deskriptif
atau Naratif
Dalam pola ini, gagasan pokok tidak terbatas hanya
dalam satu kalimat saja. Inti persoalannya akan didapati pada hampir semua
kalimat pada paragraf tersebut. Kita harus membaca seluruh kalimat dalam
paragraf itu, baru dapat memahami gagasan yang hendak disampaikan oleh
pengarangnya.
Jenis alinea dapat pula ditentukan berdasarkan
cara kita mengembangkan ide dan alat bantu yang digunakan untuk menjaga
kesinambungan pengungkapan ide atau keruntunan ide. Jenis alinea tersebut
adalah :
a.
Alinea
definisi
b.
Alinea contoh
c.
Alinea
perbandingan
d.
Alinea
anlogi
e.
Alinea
klimaks atau induktif
f.
Alinea
anti klimaks atau deduktif
g.
Alinea campuran
h.
Alinea
sebab akibat
i.
Alinea
proses
j.
Alinea
deskriptif
-
Berikut
ini diberikan contoh untuk setiap alinea.
a. Alinea/Paragraf
Definisi
contoh :
Loyalitas pelanggan adalah suatu sikap dan prilaku
seseorang untuk tetap bertahan dalam membeli sesuatu pada took yang diyakininya
sebagai took yang dapat dipercaya,baik tentang harga maupun tentang kualitas
barag.Meskipun banyak took-toko baru yang bermunculan,ia tetap menjadi
pelanggan yang setia pada took itu betapapun gencarnya usaha pemasaran yang
dilakukan oleh perusahaan lain,keyakinannya tidak goyah terhadap took yang dilangganiya.
Ide pokok pada alinea atau paragraf ini merupakan
suatu definisi yang terdapat pada bagian awal.Jadi, alinea ini merupakan alinea
definisi dan juga alinea deduktif.
b. Alinea
contoh
contoh :
Perubahan telah terjadi pada industri
tradisional.Berbagai jenis peralatan produk baru seperti mesin potong, mesin
pres, mesin bor, mesin bubut mesin las kini telah meningkat kapasitasnya dengan
berlipat ganda. Kapasitas mesin potong pada industri modern telah banyak
meningkat sebanyak ribuan kalilipat selama 1900-an. Hal ini dimungkinkan karena
telah ditemukannya logam yang tetap keras meskipun dioprasikan dalam kecepatan
sangat tinggi. Disamping itu, telah tercipta pula mesin-mesin peralatan yang
sangat kuat untuk mendukung proses tersebut.
Ide pokok pada paragraph diatas dikembangkan dngan
menggunakan contoh.ide pokok terdapat pada bagia awal jadi alinea ini juga
merupakan alinea deduktif.
c. Alinea
perbandingan
Contoh :
Tata cara kehidupan masyarakat primitif berbeda
dengan modern. Masyarakat primitive dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dari
bahan-bahan yang tersedia dilingkungannya tanpa membelinya. Jika barang yang
diperlukannya tidak ada dilingkungannya,maka mereka dapat memperolehnya dari
masyarakat tetangganya dengan sistem barter (saling menukar barang). Alat-alat
yang diperluka untuk memenuhi kebutuhannya juga diperoleh dari lingkungannya,
yaitu berupa batu, tanah liat, atau pun dahan pohon yang diolah secara manual.
Sedangkan masyarakat modern memperoleh kebutuhannya dengan cara membeli barang
atau membayar jasa. Alat-alat yang diperlukan merupakan olahan dari pabrik yang
juga harus dibeli untuk memeperolehnya.
Ide pokok pada alinea ini terdapat pada bagian
awal. Ide diungkapkan secara perbandingan. Pada contoh diatas, ide yang
dibandingkan dengan cara memperoleh barang-barang, alat, dan jasa yang
diperlukan dalam kehidupan antara masyarakat primitif dan masyarakat modern.
d.
Alinea analogi
Contoh :
Bahasa bukan merupakan tujuan dalam penulisan
karangan ilmiah.Bahsa hanya sebagai alat (komunikasi) agar gagasan ilmiah yang
diungkapakan dalam karangan tersebut dapat dipahami oleh pembaca dengan baik.
Oleh sebab itu,sebelum karangan itu sampai ketangan pembaca,penulis karang
tersebut harus memeriksa bahasa yang digunakannya, baik dari segi ketetapan
pemilihan kata dan istilah maupun dari segi gramatikal satuan-satuan struktur
bahasa, misalnyastuktur satuan kata, frasa klausa, kalimat, dan alinea atau
paragrafnda juga pemakaiaan ejaan dan tanda baca secara tepat. Jika terjadi
gangguan atau kerusakan pada unsure-unsur bahasa tersebut,besar kemungkinan
pembaca tidak dapatmemahami gagasabn ilmiah yang disampaikannya itu dengan
baik. Hal ini dapat diibaratkan dengan kendaraan yang digunakan untuk mencapai
tujuan perjalanan yang jauh. Sebelum berangakat,orang yang akan bepergian
dengan kendaraan tersebut harus memeriksa kondisi kendaraannya, baik yang
berkaitan dengan rem, versneling, roda, ban, bensin dan sebagainya.kalau perlu
orang itu harus membawa kendaraannya ke bengkel untuk diperiksa agar yang
bersangkutan selamat sampai ketempat tujuan.
Ide pokok pada paragraf atau alinea diatas
terdapat pada bagian awal. Jadi alinea ini termasuk alinea deduktif.
Pengungkapan ide dijelaskan dengan membandingkan ide pokok (bahasa sebagai
alat) secara analogi dengan menggunakan hal lain yang sama karakternya dengan
bahasa sebagai alat dalam penulisan karangan ilmiah,yaitu kendaraan (mobil)
sebagai alat untuk mencapai tempat tujuan dengan selamat.
e. Alinea
Klimaks atau Induktif
Contoh :
Pendanaan bank diperoleh dari berbagai sumber,yaitu
yang bersumber dari pemilik bank,dari masyarakat penanam modal,dari masyarakat
sebagai nasabah.Setiap pihak menyandang dana mempunyai kepentingan dalam ropda
kegiatan aliran arus dana.Tidak ada di antara mereka yang mau dirugikandalam
kebijakan pelasanaan kegiatan tersebut.Masing-masing mengharapkan keuntungan
sesuai dengan ketentuan dan cara-cara yang lazim.Oleh sebab itu,majemen
perbankan yang sehat memegang peranan penting dalam pengelolaan dana yang
meliputi perencanaan, pengorganisasian, penghimpunan, penyaluran, serta
pengendalian dana sehingga tidak ada pihak yang dikecewakan.
Ide pokok pada alinea di atas terdapat pada bagian
akhir yang merupakan kesimpulan dari pernyataan-pernyataan yang dikemukakan
sebelumnya (klimaks). Pengungkapan ide dijelaskan dengan hubungan sebab akibat.
f. Alinea
Anti Klimaks atau Deduktif
Contoh :
Masalah ekonomi yang dihadapi masyarakat adalah
masalah keuangan.Produksi barang dan jasa melimpah-limpah ditawarkan kepada
masyarakat,sedangkan kemampuan masyarakat untuk membeli dan memperolehnya
sangat terbatas.Penghasilan mereka rata-rata jauh lebih rendah daripada
kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pokok.Oleh sebab itu,mereka tidak bisa
memperoleh semua barang dan jasa yang diperlukan.
Ide pokok pada alinea diatas terdapat pada bagian
awal.Jadi alinea ini termasuk alinea deduktif. Ide dikembangkan dengan hubungan
sebab-akibat.Kalimat ketiga menyatakan adanya penyebab masalah ekonomi. Kalimat
terakhir mengandung ide yang menyatakan akibat dari pernyataan pada kalimat ketiga.Hal
ini dipertegas pula oleh adanya ungkapan penghubung oleh sebab itu sebagai
penanda adanya hubungan kolerasi secara eksplisit.
g. Alinea
Campuran
Contoh :
Koperasi merupakan badan usaha yang mengutamakan
kesejahteraan ekonomi anggotanya.Mencari keuntungan besar tidak menjadi tujuan
utamanya.Modalnya dikumpulkan dari anggotanya.Kegiatan usahanya juga dilakukan
oleh anggotanya.Keuntungan yang diperoleh badab usaha ini juga diperuntukan
bagi anggotanya.Oleh sebab itu,bila usaha ini dilakuka dengan baik dan
jujur,koperasi ini betul-betul dapat mensejahterakan keadaan ekonoi anggotanya.
Ide pokok alinea terdapat pada kalimat awal dan
akhir. Jadi,alinea ini merupakan alinea campuran alinea deduktif dan induktif
yang disingkat dengan sebutan alinea camouran. Ide pada kalimat akhir alinea
ini merupakan penegasan bterhadap ide yang diungkapkan pada kalimat
awal.Jadi,ide pokok pada alinea ini tetap satu. Kaitan ide antarkalimat yang
membentuk alinea ii dinyatakan secara eksplisit, yaitu dengan menggunakan akhiran
(-nya) yang mengacu pada koperasi sebagai suatu badanusaha.
h. Alinea
Sebab Akibat
Lihat contoh (f) di
atas.
i.
Alinea Proses
Contoh :
Sebagai suatu fungsi penyediaan jasa,akuntansi
merupakan sumber informasi keuangan yang bersifat kuantitatif kepada berbagai
pihak yang berkepentingan.Sebagai suatu system informasi,petugas akuntansi
(akuntan) melaksanakan pengumpulan dan pengolahan data keuangan
perusahaan.Perusahaan harus selalu mengikuti perkembangan data akuntansi
sehari-hari.Hari ini perlu dilakukan sbagi pedoman untuk membuat keputusan
ekonomis.
j.
Alinea Deskriptif
Suatu lembah dikelilingi tebing terjal yang
ditumbuhi oleh berbagai jenis pepohonan.beberapa ekor kera bermain sambil
berlompatan di antara batang pohon.Di tengah lembah terdapat sebuah sungai yang
airnya jernih dan sejuk.Sungai itu tidak terlalu dalam.beberapa orang remaja
berjingkrak menyrbrangi sungai sambil bergurau.Di pinggir sungai juga banyak
remaja berjalan-jalan dan ada juga yang sedang mengabadikan pemandangan alam
yang indah itu dengan kameranya.Sebagian ada yang duduk di bawah naungan pohon
yang rindang sambil bercengkrama.Udara di lembah itui sangat sejuk.Sungguh
suatu pemandangan yang indah dengan suasana yang menyenangkan.
Ide pada alinea di atas dikembangkan secara
deskriptif.Tidak ada salah satu kalimat yang mengandung ide pokok.Walaupun
secara eksplisit tidak dinyatakan ide pokoknya pada alinea ini,pembaca alinea
ini dapat mengetahui ide pokoknya adalah suatu lokasi pariwisata yang sangat
indah yang sering dikunjungi oleh para remaja pada waktu hari libur.Jadi,ide
pokok pada alinea deskriptif tetap ada,hanya tidak dinyatakan secara
eksplisit.Ide pokok dapat diketahui pembaca dengan cara menarik kesimpulan dari
pernyataan-pernyataan yang diungkapkan pada alinea ini.
E. Unsur-unsur
alinea
Alinea adalah satu
kesatuan ekspresi yang terdiri atas seperangkat kalimat yang dipergunakan oleh
pengarang sebagai alat untuk menyatakan dan menyampaikan jalan pikirannya
kepada para pembaca.Supaya pikiran tersebut dapat diterima oleh pembaca,alinea
harus tersusun secara logis-sistematis.Alat bantu untuk menciptakan susunan
logis-sistematis itu adalah unsur-unsur penyusun alinea,seperti transisi
(transition),kalimat topik (topic sentence),kalimat pengembang (development
sentence),dan kalimat penegas (punch-line).
Keempat unsur penyusun alinea tersebut,terkadang
muncul secara bersamaan,terkadang pula hanya sebagian yang muncul dalam sebuah
alinea.
1.
Alinea
yang Memiliki Empat Unsur
Susunan alinea jenis ini terdiri atas :
a.
Tarnsisi
(berupa kata,kelompok kata,atau kalimat);
b.
Kalimat
topik;
c.
Kalimat
pengembang;
d. Kalimat penegas.
2.
Alinea
yang Memiliki Tiga Unsur
Alinea jenis ini terdiri atas :
a.
Transisi
(berupa kata,kelompok kata,atau kalimat);
b.
Kalimat
topik;
c. Kalimaat pengembang.
3.
Alinea
yang Memiliki Dua Unsur
Alinea jenis ini terdiri atas :
a.
Kalimat
topik;
b. Kalimat pengembang.
F. Tujuan
Pembentukan Alinea
Memudahkan pengertian dan pemahaman dengan
menceraikan suatu tema dari tema yang lain. Oleh sebab itu alinea hanya boleh
mengan dung suatu tema, bila terdapat dua tema, maka dipecahkan menjadi dua
alinea.
Memisahkan dan menegaskan perkataan secara wajar
dan formal, untuk memungkinkan kita berhenti lebih lama daripada perhatian pada
akhir kalimat. Dengan perhentian yang lrbih lama ini, konsentrasi terhadap tema
alinea lebih terarah.
G.
Syarat-Syarat Pembentukan Alinea
Seperti halnya kalimat, sebuah alinea juga harus
memenuhi syarat tertentu. Alinea yang baik dan efektif harus memenuhi ketiga
syarat berikut:
1.
Kesatuan,
maksudnya semua kalimat yang membina alinea itu secara bersama-sama menyatakan
satu hal suatu hal tertentu.
2.
Koherensi
(kekompakan hubungan antara sebuah kalimat dengan kalimat yang lain yang
membentuk alinea itu).
3. Perkembangan alinea (perkembangan alinea
adalah penyusunan/ perician daripada gagasan-gagasan yang membina alinea-alinea
itu).
H.
Perkembangan Alinea
Perkembangan
dan pengembangan alinea mencakup dua persoalan utama yaitu,
1.
Kemampuan
merinci secara maksimal gagasan utama alinea ke dalam gagasan-gagasan bawahan.
2.
Kemampuan
mengurutkan gagasan-gagasan bawahan ke dalam suatu urutan yang teratur.
Adapun metode pengembangan alinea antara lain :
a. Klimaks Dan Anti Klimaks
Perkembanagn gagasan dalam sebuah alinea dapat
disusun dengan mempergunakan dasar klimaks, yaitu gagasan utama yang mula-mula
diperinci dengan sebuah gagasan bawahan yang dianggap paling rendah
kedudukannya. Berangsur-angsur dengan gagasan lain hingga ke gagasan yang
paling tinggi kedudukannya. Dengan kata lain, gagasan-gagasan bawahan disusun
dengan sekian macam sehingga tiap gagasan yang berikut lebih tinggi
kepentingannya dari gagasan sebelumnya.
Variasi dari klimaks adalah antiklimaks yaitu,
penulis memulai dari gagasan yang dianggap paling tinggi kedudukannya kemudian
perlahan-lahan menurun melalui gagasan yang lebih rendah dan semakin rendah.
b.
Sudut
Pandangan
Yang dimaksud sudut pandangan adalah tempat dimana
seorang pengarang melihat sesuatu. Tapi, sudut pandang pandangan tidak
diartikan sebagai penglihatan atas suatu barang dari atas atau dari bawah.
Tetapi, bagaimana kita melihat barang itu dengan mengambil suatu posisi
tertentu. Bagaimana seseorang menggambarkan isi sebuah ruang? Pertama-tama ia harus
mengambil sebuah posisi tertentu, kemudian secara perlahan-lahan berurutan
menggambarkan barang demi barang yang terdapat dalam ruangan tersebut, dimulai
dari yang paling dekat berangsur-angsur kebelakang. Sebab itu, urutan ini juga
disebut urutan ruang-ruang. Sudut pandangan atau point of view ini mempunya dua
pengertian,
1.
Sudut
pandangan ini mencakup apakah sersoalan yang sedang dibahas dilihat dari sudut
pandangan orang pertama (saya, kami, kita) atau orang ke dua (engkau, kamu,
saudara) atau juga bentuk tak berorang—bentuk sudut pandangan ini sama sekali
tidak ada hubungan dengan dasar pengembangan sebuah alinea. Tetapi, mencangkup
konsistensi sudut pandangan dari seluruh uraian.
2. Mencakup pengertian bagaimana pandangan
atau anggapan penulis terhadap subjek yang telah digarapnya itu. Sudut pandang
ini membuat pengarangnya memilih nada tertentu, kata-kata dan frase tertentu.
Membentuk bahan mental menjadi suatu karangan, ia membantu merumuskan meksud
penulis dan membatasi pokok yang akan digarapnya.
c. Perbandingan Dan Pertentangan
Yaitu suatu cara dimana pengarang menunjukkan
kesamaan / perbedaan antara dua orang bjek atau gagasan dengan bertolak dari
segi-segi tertentu. Kita dapat membandingkan misalnya dua tokoh pendidikan,
bagaimana politik pendidikan yang dijalankannya dengan memperhatikan pola
segi-segi lain untuk menerangkan gagasan sentral itu. Maksudnya untuk sampai
kepada suatu penilain yang relatif mengenai ke dua tokoh tersebut. Segi-segi
perbandingan dan pertentangan harus disusun sekian macam sehingga kita dapat
sampai kepada gagasan sentralnya.
d.
Analogi
Bila perbandingan dipertentangan memberi sejumlah
ketidaksamaan dan perbedaan antar 2 hal, maka analogi merupakan perbandingan
yang sistematis dari 2 hal yang berbeda tetapi dengan memperlihatkan kesamaan
segi/ fungsi dari kedua hal tadi sebagai menunjukkan kesamaan-kesamaan antara 2
barang/ hal yang berlainan kelasnya. Bila seorang mengatakan: Awan dari ledakan
bom atom itu, membentuk sebuah cendawan raksasa, maka perbandingan antara awan
ledakan atom dan cendawan. Merupakan sebuah analogi sebab kedua hal itu sangat
bebeda kelasnya, keduali kesamaan bentuknya.
e. Contoh
Sebuah gagasan yang terlalu umum sifatnya, atau
generalisasi-generalisasi memerlukan ilustrasi-ilustrasi yang konkret sehingga
daapt difahami oleh pembaca. Untuk ilustrasi terhadap gagasan-gagasan atau
pendapat yang umum itu maka sering dipergunakan contoh-contoh yang konkret,
yang mengambil tempat dalam sbuah alinea, tetapi harus diingat bahwa sebuah
contoh sama sekali tidak berfungsi untuk membuktikan pendapat seseorang. Tetapi
dipakai sekedar untuk menjelaskan maksud penulis dan hal ini
pengalaman-pengalaman pribadi merupakan bahan yang paling efektif untuk setiap
pengarang.
f.
Proses
Sebuah dasar lain yang dapat juga dipergunakan untuk
menjaga agar perkembangan sebuah alinea dapat disusun secara teratur adalah
proses. Proses merupakan suatu urutan dari suatu kejadian/ peristiwa.
Dalam menyusun sebuah proses diperlukan hal-hal
sebagai berikut:
-
Penulis harus mengetahui perincian-perincian
secara menyeluruh
-
Penulis
harus membagi proses tersebut atas tahap-tahap kejadiannya, bila tahap-tahap
kejadian ini berlangsung dalam waktu-waktu yang berlainan, maka penulis harus
memisahkan dan mengurutkannya secara kronologis
-
Penulis
harus menjelaskan tiap tahap dalam detail yang cukup tegas sehingga pembacaan
dapat melihat seluruh proses itu dengan jelas.Sehigga proses itu menyangkut
jawaban atas pertanyaan-pertanyaan bagaimana mengerjakan hal itu? Bagaimana
bekerjanya? Bagaimana barang itu disusun? Bagaimana hal itu terjadi?.
g. Sebab-Akibat
Perkembangan sebuah alinea dapat juga pula
dinyatakan dengan mempergunakan sebab-akibat sebagai dasar, dan hal ini sebab
bisa bertindak sebagai gagasan utama, sedangkan akibat sebagai perincian
pengembangannya. Tetapi daapt juga dibalik akibat dijadikan gagasan utama
sedangkan untuk memahami sepenuhnya akibat itu perlu dikemukakan sejumlah sebab
sebagai perinciaanya.
Persoalannya sebab akibat sebenarnya sangat dekat
hubungannya dengan proses, bila proses itu dipecah-pecahkan untuk mencari
hubungan antara bagian-bagianya, maka proses itu dapat dinamakan proses kausal/
proses sebab akibat. Sebuah variasi dari sebab akibat ini adalah pemecahan
masalah, pemecahan maslah yang bertolak dari hubungan kausal, tetapi tidak
berhenti disitu saja, ia masih berjalan lebih lanjut menunjukkan jalan-jalan
keluar untuk menjauhkan sebab-sebab tersebut atau menjauhkan akibat yang
dihasilkan oleh sebab-sebab.
h.
Umum-Khusus
Dan Khusus-Umum
Kedua cara ini, yaitu umum-khusus dan khusus-umum
cara ini merupakan cara yang paling umum untuk mengembangkan gagasan-gagasan
dalam sebuah alinea secara teratu. Dalam hal yang pertama gagasan utamanya di
tempatkan pada awal alinwa, serta pengkhususan atau perincian-perincianya
terdapat dalam kalimat berikutnya, sebaliknya dalam hal yang kedua
mula-muladikemukakan perincianya, kemudian pada akhir alinea generalisasinya.
Jadi yang satu bersifat deduktif, sedangkan lainnya bersifat induktif.
Sebuah variasi dalam kedua jenis alinea itu adalah
semacam penggabungan. Yaitu pada awal alinea terdapat gagasan utamanya ( jadi
bersifat umum-khusus). Tetapi pada akhir alinea gagasan utama tadi diulang
sekali lagi ( jadi bersifat khusus-umum ).
i.
Klasifikasi
Yang dimaksud dengna klasifikasi adalah sebuah proses
untuk mengelompkkan barang-barang yang dianggap mempunyai kesamaan-kesamaan
tertentu. Sebab itu klasifikasi bekerja kedua arah yang berlawanan.yaitu
pertama, mempersatukan satuan-satuan kedalam kelompok, dan kedua, memisahkan
kesatuan tadi dari kelompok yang lain. Dengan demikian klasifikasi mempunyai
persamaan-persamaan tertentu baik dengan pertentangan dan perbandingan maupun
dengan umum-khusus dan khusus-umum
j.
Definisi
luas
Yang dimaksud definisi dalam pembentukan sebuah
alinea adalah usaha pengarang untuk memberikan keterangan atau arti terhadap
sebuah istilah atau hal. Disini kita tidak menghadapi hanya satu kalimat (
lihat definisi dalam baggian tentang kalimat), tetapi suatu rangkaian kalimat
yag membentuk sebuah alinea. Malahan kadang-kadang untuk memberi pengertian
yang bulat tentang pengertian itu, satu alinea dianggap belum cukup, sehingga
diperlukan rangkaian dari pada alinea-alinea. Malahan dapat pulan dalam bentuk
sebuah buku. Namun prinsip-prinsip definisi tetap sama. Di sini kita lebih sering
menghadapi sebuah definisi luas daripada definisi formal biasa, atau definisi
dengan menerapkan etimmologi kata atau istilah tersebut.
Cara apapun yang dipergunakan untuk memperoloh
kebulatan alinwa, prinsip kesatuan ide, perpaduan ( koherensi ) dan
perkembangan yang baik tidak boleh dilanggar begitu saja. Pelanggaran atas
prinsip-prinsip tersebut mengakibatkan tergangunya konsentrasi atas ide
sentralnya.
k. Perkembangan Dan Kepaduan Antar Alinea
Kesatuan-kesatuan yang kita sebut alinea ini tidak
berdiri sendiri, tetapi merupakan suatu unsur yang kecil dalam sebuah unit yang
lebih besar, entah berupa bab maupun untu yang berupa sebuah karangan yang
lengkap. Karena alinea merupakan unit yang lebih kecil, maka harus dijaga agar
hubungan antara alinwa yang satu dengan alinea yang lain, yang bersama-sama
membentuk unit yang lebih besar itu terjalin dengan baik.
Tiap tulisan yang baik selalu akan berlolak dari
sebuah tesis karya ilmiah. Tesis itulah yang dikembangkan dalam alinea-alinea
yang mempunyai pertaliann yang jelas, baik pertalian dalam perkembangan gagasan
maupun perpaduan alinea-alineanya. Karena hubungan yang jelas itulah pembaca
dapat mengikuti uraian itu dengan jelas dan mudah.
Seperti halnya dengan alinea, maka perpaduan
antara alinea dapat juga dijamin dengan cara-cara seperti yang telah digunakan
dalam sebuah alinea yaitu: repitisi yang dinamakan anafora. Anafora adalah
perulangan kata yang sama pada kalimat yang berurutan atau dalam hal ini juga
pada awal alinea yang berurutan. Disamping kata-kata kunci bisa dipergunakan
kata ganti.
SUMBER :